Selasa, 14 Agustus 2012

Cita-cita?


Masih kuingat betul. Sewaktu kecil dulu, tiap kali aku ditanya oleh siapapun dan dimanapun “Apa cita-citamu?” pasti dengan lantang dan percaya diri kujawab “Aku ingin jadi pegawai bank!”. Kata itu yang selalu terucap dari bibir mungilku saat di masa aku kecil. Karena dulu aku selalu berpikir bahwa menjadi pegawai bank itu menyenangkan bisa melihat dan memegang banyak uang bisa jadi orang kaya. Jawaban itu kurang lebih selalu ku lontarkan sampai aku mulai menginjak kelas 3 SD.  Ketika aku mulai tahu bahwa pekerjaan sebagai pegawai bank itu tidak hanya melihat dan memegang uang, melainkan juga harus menghitungnya aku mulai berpikir untuk tidak melanjutkan mempunyai cita-cita sebagai pegawai bank. Bagaimana tidak, sejak kelas 3 SD itulah aku mulai sadar ternyata Tuhan tidak menciptakan aku pandai dalam berhitung. Dan hal itulah yang membuat aku membenci pelajaran yang berbau hitung-hitungan. Maematika, ya pelajaran satu ini selalu menghabisiku, membuatku menangis bahkan depresi. Sebaik apapun guru pengajarnya tak satupun mampu aku menyelesaikan soal. Namun sial! Kupikir setelah aku menyelesaikan soal matematika pada ujian nasional saat SMA nanti, ketika aku kuliah mengambil prodi Tata Boga aku takkan menemui pelajaran berhitung. Namun ternyata Kimia Dasar, Ilmu Gizi, Statistika, dan Manajemen Usaha telah menungguku dan siap melahapku. Ahhh ternyata berhitung itu mendasari segala ilmu lainya.