Sudah beberapa minggu ini, ehm mungkin lebih tepatnya saat semester ini
dimulai. Setelah dengan percaya diri dan 90% meyakinkan diri untuk #MoveOn dari
makhluk yang gue kasih panggilan khusus si “biru” itu. Semacam
demotivasi tingkat tinggi menyerang dengan tiba-tiba tanpa assalamualaikum.
Pertanyaannya. Mengapa demikian? Apa hubungannya dengan #MoveOn dari “biru”?
Oke sepertinya begini penjelasannya,
Ada beberapa orang, termasuk gue, ketika merasa ingin menarik perhatian orang pastilah dengan segala cara kita pengin terlihat punya kelebihan. Kecuali kelebihan lemak ya. Contohnya gue dulu niat bin disiplin banget jalanin OCD dengan nawaitu karena gue gak mau lagi dibilang tambah gendut. Gue pengin ideal sesuai ukuran syarat untuk jadi cewek cantik, yang booming banget akhir-akhir ini. Lalu gue berusaha selalu tampil perfect dan matching ketika bertemu orang tersebut, juga gue memanfaatkan daya ingat gue dengan sangat baik perihal pelajaran kuliah karena selalu pengin keliatan smart dan nyambung ketika dia ngajak ngobrol dan sharing ilmu.
Ada beberapa orang, termasuk gue, ketika merasa ingin menarik perhatian orang pastilah dengan segala cara kita pengin terlihat punya kelebihan. Kecuali kelebihan lemak ya. Contohnya gue dulu niat bin disiplin banget jalanin OCD dengan nawaitu karena gue gak mau lagi dibilang tambah gendut. Gue pengin ideal sesuai ukuran syarat untuk jadi cewek cantik, yang booming banget akhir-akhir ini. Lalu gue berusaha selalu tampil perfect dan matching ketika bertemu orang tersebut, juga gue memanfaatkan daya ingat gue dengan sangat baik perihal pelajaran kuliah karena selalu pengin keliatan smart dan nyambung ketika dia ngajak ngobrol dan sharing ilmu.
Iyaa…hal-hal yang gue jabarin diatas tadi itu adalah hal-hal yang dengan
spontan gue lakuin pada saat gue ingin menarik perhatian. Bisa diliat kan
betapa berusahanya gue pengin jadi orang yang high quality dan punya semangat jadi lebih baik setiap waktu. Gue
berasa ada target yang ingin dicapai melalui usaha-usaha gue tersebut. Pada
waktu itu target gue adalah gue pengin dia bisa sejenak melihat kalau gue itu
oke banget.
Tapi setelah memutuskan untuk tidak mencapai target itu, pola semangat
gue jadi berantakan. Aseli berantakan, desperate
bin hopeless. Setiap ada masalah kecil
aja selalu dibawa gloomy banget.
Mulai lagi krisis motivasi dan percaya diri. Bahkan penyakit mengasingkan diri
juga mulai kambuh lagi.
Gue kangen masa-masa bersemangat gue, kangen masa-masa punya sebuah
target yang pengin banget dicapai dengan semangat yang overnya nggak
ketulungan.
Tapi untuk saat ini, gue masih gelap. Ibaratnya gue belum tau lagi
target apa yang harus dicapai dalam waktu ini. Dan juga belum nemu lagi lilin
lain yang bias nerangin jalan gue menuju target selanjutnya.
Kalo bisa ditarik kesimpulan, harusnya gue itu bisa lebih baik ketika ada
sesuatu yg gue penginin. Seperti pengin diliat dan diberi respect.
Ah..kesimpulan simplenya sih gini
“Jatuh cintalah nak, maka hidupmu akan lebih ceria dan semangat.” :D
